Potensi Tambang di
Wilayah Sulawesi
SULAWESI
Provinsi Sulawesi Selatan
Beberapa komoditas sektor pertambangan di
Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi dan peluang untuk dikembangkan
antara lain:
a. Emas . Emas secara alamiah
dapat ditemukan pada beberapa mineral, seperti silvanit, kalaverit, krenerit,
nagyogit, elektrum. Lokasi bahan galian ini dapat ditemukan di beberapa daerah
di Provinsi Sulawesi Selatan seperti Kababupaten Luwu yakni di Basten, Leboni,
DAS Lagego, DAS Kalaena, dan Teluk Bone; Kabupaten Enrekang yakni di
Sungai Baraka; Kabupaten Tana Toraja yakni di daerah Sasak dan Membuni;
Kabupaten Gowa yakni di Sungai Punaga, Sungai Bincanai, Sungai Pattiraba,
Sungai Bongkoa, dan Sungai Maya serta di Kabupaten Bulukumba yakni di DAS
Bangkengbuki.
b. Biji Besi Terjadi akibat
Proses kontak metasomik antara batuan intrusigranit dengan batuan vulkanik/
lava yang bersifat andesitik – basaltik. Lokasi bahan galian ini dapat
ditemukan di Kabupaten Luwu Timur tepatnya di Larona dengan cadangan sebesar 22,4
juta ton, Kecamatan Nuha desa Lingkona sebesar 1,5 juta ton; di Kabupaten Bone
tepatnya di Kecamatan Bontocani Kampung Pakke Desa Lange dengan deposit sebesar
6,08 juta ton, di Kecamatan Ponre Dusun Bodonge Desa Turubidae sebanyak 3,3
juta ton.
c. Pasir Besi Dimanfaatkan
untuk industri Baja, perkapalan, Semen dan Kaca Pasir besi ini
terbentuk dari proses sedimentasi mekanik material lapukan batuan sekitar,
berupa material lepas hasil sedimentasi yang masih berlangsung.dan dipengaruhi
oleh pola arus sekitar pantai. Lokasi bagian ini terdapat di Kabupaten Takalar,
Kampung Pa’rampunganta dengan potensi sebesar 2,9 juta ton dan Galesong
sebanyak 2 juta ton; Kabupaten Selayar, Kampung Jampea sebanyak 37.500 ton
serta Kabupaten Jeneponto, Kampung Kelara sebanyak 500.000 ton dan di Kabupaten
Barru.
d. Kromit Kromit termasuk
mineral dengan sifat fisik mineral logam sangat erat hubungannya dengan
perkembangan industri rekayasa pesawat dan ruang angkasa, kemiliteran, dan
industri italic lainnya. Kromit merupakan satu-satunya mineral yang
menjadi sumber logam kromium yang terbentuk dari differensiasi late
magmatik yang membentuk kelompok batuan ultra basa. Potensi kromit
di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat di Kabupaten Barru : Lisu (741.000 ton),
Palluda (200.000 ton) dan Lasitae (6.925 ton), Segeri Mandalle Kabupaten
Pangkep sebanyak 234.000 ton serta di Towuti Kabupaten Luwu Timur (50.000.000
ton) dan Kababupaten Luwu Timur tepatnya di Malili dengan besar cadangan
10.000 ton dan Danau Towuti dengan cadangan 50.000.000 Ton.
e. Mangan Potensi mangan di
Provinsi Sulawesi Selatan terdapat di Ponre dan Pammusureng Kabupaten Bone
dalam bentuk ketul (proses residualcontration) dan vein (proses hidrothermal)
dengan masing-masing cadangan 5 juta ton di Ponre, dan 2.325 ton di
Pammusureng. Lokasi lainnya dapat ditemukan di Kabupaten Barru berupa
proses hidrothermal pada batu gamping dan lanau dengan masing-masing cadangan
di Lisu sebesar 741.000 ton, Palluda sebesar 200.000 ton.
f. Timah Hitam Berupa
jebakan hidrotermal dalam bentuk pengisian urat-urat yang berkomposisi andesit
dan basal, bahan galian jenis ini pada umumnya bermanfaat untuk dipergunakan
sebagai bahan baku industri logam dasar. Lokasi potensial untuk bahan galian
ini terdapat di Baturappe Kabupaten Gowa dengan deposit sebanyak 2.375
ton, Polongbangkeng Kabupaten Takalar, Sasak Kabupaten Tana Toraja
dengan deposit sebesar 125.000 ton dan Toraja Utara.
Provinsi Sulawesi
Tengah
Daerah
Sulawesi Tengah memiliki berbagai bahan mineral seperti emas, nikel, bijih
besi, mangan, mika skis, limestone, granit, marmer, kaolin, gypsum, dan
batubara. Seluruh potensi tambang mineral tersebut tersebar di beberapa wilayah
dati II. Sementara itu, cadangan (deposit) minyak bumi dan gas terdapat di
Kabupaten Donggala dan Poso. Jenis-jenis pertambangan antara lain nikel dengan
luas areal bahan galian mencapai 322.200 ha dengan jumlah potensi cadangan
mencapai 8.000.000 WMT dan jumlah cadangan Infered imonit 14.062,20 juta ton.
Jenis pertambangan lainya adalah gelena dengan potensi cadangan mencapai
100.000.000 ton, emas mancapai 16.000.000 ton, molibdenum mencapai 100 juta
ton, granit potensi cadangan terukur berdasarkan hasil pemetaan semi mikro
1:50.000 sebesar 259.461.283.470 m³, pasir dfelspar potensi cadangan sebesar
71.211.000 m³, gips dengan luas areal ±200 ha, Lempung potensi cadangan
mencapai 6.970.000 m³ dan batu bara dengan ketebalan lapisan 0,3-0,1 m yang
pada ketebalan 0,15-3,0 m penyebarannya sekitar 15 ha.
Provinsi Sulawesi Barat
Di
sektor pertambangan dan energi, potensi sumberdaya alamnya meliputi batu bara
dengan potensi 322.142.102 ton. Kedua potensi ini terdapat di Kabupaten Mamuju.
Potensi bijih besi sebesar 88.819 ton terdapat di Kabupaten Polewali Mandar,
potensi tembaga 50.000 ton, zeng dan mangan 15.000 ton. Semua potensi ini
terdapat di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju. Potensi pasir kuarsa sangat
besar, sebanyak 3.534.411 ton dan zeolit di Kabupaten Mamasa dengan potensi
sebesar 17.057.600 ton, kaolin di Kabupaten Polewali Mandar dengan potensi
sebesar 570.937 ton, batu gamping sebesar 3.864.430 ton di Kabupaten Majene
serta potensi marmer dengan potensi sebesar 570.937 ton. Setelah di eksplorasi,
potensi minyak dan gas bumi terdapat di Kabupaten Bloka Surumanal Pasangkayu,
Kurna, BudangBudong, dan Karama.
Provinsi Sulawesi Utara
Potensi pertambangan di Provinsi
Sulawesi Utara meliputi tembaga, emas, perak, nikel, titanium, besi, mangan
semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir,
batu, krikil dan trass.
|
No
|
Potensi Tambang
|
Lokasi
|
|
1
|
Tembaga
|
Kab. Bolaang Mongondow,
Kab.Minahasa, dan Kab. Sangihe Talaud
|
|
2
|
Emas dan Perak
|
Kab. Sangihe Talaud, Kab.
Minahasa, Kab. Minahasa Utara, Kab. Minahasa Selatan dan Kab. Bolaang
Mongondow
|
|
3
|
Nikel dan Titanium
|
Kab. Sangihe Talaud
|
|
4
|
Besi
|
Kab. Minahasa
|
|
5
|
Mangan
|
Kab. Minahasa
|
|
6
|
Semen
|
Kab. Bolaang Mongondow
|
|
7
|
Pasir Besi/ Hitam
|
Kab. Sangihe Talaud, Minahasa dan
Gorontalo
|
|
8
|
Belerang
|
Kab. Minahasa dan Kab. Bolaang
Mongondow
|
|
9
|
Kaolin
|
Toraget Minahasa
|
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Di
daerah Prov. Sultra terdapat 3 perusahaan pertambangan besar yaitu PT. Antam
Tambang (Pertambangan Nikel) terletak di Pomalaa Kab. Kolaka, PT. Sarana Karya
(Pertambangan Aspal) terletak di Banabungi Kab. Buton dan PT. Bakrie Prima yang
mengelola pertambangan Marmer di Kec. Moramo Kab. Kendari. Potensi pertambangan yang dimiliki oleh
Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang
nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer,
batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan
untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk
tambang aspal, beberapa perusahaan memegang kuasa pertambangan (KP) untuk
melakukan eksplorasi.
Produksi
biji nikel tahun tahun 2004 sebesar 1.426.672 ton atau turun sebesar 18,86%.
Tahun 2005 menjadi 1.157.657 ton turun sebesar 16,19 %. Sebaliknya ferro nikel
berfluktual, tahun 2003 sebesar 8.279.135 tahun 2004 menjadi 7.441235 ton atau
turun 10,12 % sebaliknya tahun 2005 sebesar 9.892440 ton atau naik 32,94%
Provinsi Gorontalo
Untuk sektor
pertambangan dan energi, Gorontalo memiliki beberapa produk unggulan yang
memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Sebut saja seperti emas, perak, tembaga,
batu gamping, toseki, batu granit, sirtu, zeolit, kaolin, pasir kuarsa, feldspar,
serta lempung (clay). Di Provinsi Gorontalo sendiri, potensi-potensi
tersebut banyak ditemukan di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo.