Kamis, 14 April 2016

Potensi Sumber Daya Tambang



Potensi Tambang di Wilayah Sulawesi 

SULAWESI
Provinsi Sulawesi Selatan
Beberapa komoditas sektor pertambangan di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi dan peluang untuk dikembangkan antara lain:
a. Emas . Emas secara alamiah dapat ditemukan pada beberapa mineral, seperti silvanit, kalaverit, krenerit, nagyogit, elektrum. Lokasi bahan galian ini dapat ditemukan di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Selatan seperti Kababupaten Luwu yakni di Basten, Leboni, DAS Lagego, DAS Kalaena, dan Teluk Bone; Kabupaten  Enrekang yakni di Sungai Baraka; Kabupaten Tana Toraja yakni di daerah Sasak dan Membuni; Kabupaten Gowa yakni di Sungai Punaga, Sungai Bincanai, Sungai Pattiraba, Sungai Bongkoa, dan Sungai Maya serta di Kabupaten Bulukumba yakni di DAS Bangkengbuki.
b. Biji Besi Terjadi akibat Proses kontak metasomik antara batuan intrusigranit dengan batuan vulkanik/ lava yang bersifat andesitik – basaltik. Lokasi bahan galian ini dapat ditemukan di Kabupaten Luwu Timur tepatnya di Larona dengan cadangan sebesar 22,4 juta ton, Kecamatan Nuha desa Lingkona sebesar 1,5 juta ton; di Kabupaten Bone tepatnya di Kecamatan Bontocani Kampung Pakke Desa Lange dengan deposit sebesar 6,08 juta ton, di Kecamatan Ponre Dusun Bodonge Desa Turubidae sebanyak 3,3 juta ton.
c. Pasir Besi Dimanfaatkan untuk  industri  Baja, perkapalan, Semen dan Kaca Pasir besi ini terbentuk dari proses sedimentasi mekanik material lapukan batuan sekitar, berupa material lepas hasil sedimentasi yang masih berlangsung.dan dipengaruhi oleh pola arus sekitar pantai. Lokasi bagian ini terdapat di Kabupaten Takalar, Kampung Pa’rampunganta dengan potensi sebesar 2,9 juta ton dan Galesong sebanyak 2 juta ton; Kabupaten Selayar, Kampung Jampea sebanyak 37.500 ton serta Kabupaten Jeneponto, Kampung Kelara sebanyak 500.000 ton dan di Kabupaten Barru.
d. Kromit Kromit termasuk mineral dengan sifat fisik mineral logam sangat erat hubungannya dengan perkembangan industri rekayasa pesawat dan ruang angkasa, kemiliteran, dan industri italic lainnya.  Kromit merupakan satu-satunya mineral yang menjadi sumber logam kromium yang terbentuk dari differensiasi late magmatik  yang membentuk kelompok  batuan ultra basa. Potensi kromit di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat di Kabupaten Barru : Lisu (741.000 ton), Palluda (200.000 ton) dan Lasitae (6.925 ton), Segeri Mandalle Kabupaten Pangkep sebanyak 234.000 ton serta di Towuti Kabupaten Luwu Timur (50.000.000 ton) dan  Kababupaten Luwu Timur tepatnya di Malili dengan besar cadangan 10.000 ton dan Danau Towuti dengan cadangan 50.000.000 Ton.
e. Mangan Potensi mangan di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat di Ponre dan Pammusureng Kabupaten Bone dalam bentuk ketul (proses residualcontration) dan vein (proses hidrothermal) dengan masing-masing cadangan 5 juta ton di Ponre, dan 2.325 ton di Pammusureng.  Lokasi lainnya dapat ditemukan di Kabupaten Barru berupa proses hidrothermal pada batu gamping dan lanau dengan masing-masing cadangan di Lisu sebesar 741.000 ton, Palluda sebesar 200.000 ton.
f.  Timah Hitam Berupa jebakan hidrotermal dalam bentuk pengisian urat-urat yang berkomposisi andesit dan basal, bahan galian jenis ini pada umumnya bermanfaat untuk dipergunakan sebagai bahan baku industri logam dasar. Lokasi potensial untuk bahan galian ini terdapat di Baturappe Kabupaten Gowa dengan deposit sebanyak 2.375 ton,  Polongbangkeng  Kabupaten Takalar, Sasak Kabupaten Tana Toraja dengan deposit sebesar 125.000 ton dan Toraja Utara.

Provinsi Sulawesi Tengah
Daerah Sulawesi Tengah memiliki berbagai bahan mineral seperti emas, nikel, bijih besi, mangan, mika skis, limestone, granit, marmer, kaolin, gypsum, dan batubara. Seluruh potensi tambang mineral tersebut tersebar di beberapa wilayah dati II. Sementara itu, cadangan (deposit) minyak bumi dan gas terdapat di Kabupaten Donggala dan Poso. Jenis-jenis pertambangan antara lain nikel dengan luas areal bahan galian mencapai 322.200 ha dengan jumlah potensi cadangan mencapai 8.000.000 WMT dan jumlah cadangan Infered imonit 14.062,20 juta ton. Jenis pertambangan lainya adalah gelena dengan potensi cadangan mencapai 100.000.000 ton, emas mancapai 16.000.000 ton, molibdenum mencapai 100 juta ton, granit potensi cadangan terukur berdasarkan hasil pemetaan semi mikro 1:50.000 sebesar 259.461.283.470 m³, pasir dfelspar potensi cadangan sebesar 71.211.000 m³, gips dengan luas areal ±200 ha, Lempung potensi cadangan mencapai 6.970.000 m³ dan batu bara dengan ketebalan lapisan 0,3-0,1 m yang pada ketebalan 0,15-3,0 m penyebarannya sekitar 15 ha.

Provinsi Sulawesi Barat
Di sektor pertambangan dan energi, potensi sumberdaya alamnya meliputi batu bara dengan potensi 322.142.102 ton. Kedua potensi ini terdapat di Kabupaten Mamuju. Potensi bijih besi sebesar 88.819 ton terdapat di Kabupaten Polewali Mandar, potensi tembaga 50.000 ton, zeng dan mangan 15.000 ton. Semua potensi ini terdapat di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju. Potensi pasir kuarsa sangat besar, sebanyak 3.534.411 ton dan zeolit di Kabupaten Mamasa dengan potensi sebesar 17.057.600 ton, kaolin di Kabupaten Polewali Mandar dengan potensi sebesar 570.937 ton, batu gamping sebesar 3.864.430 ton di Kabupaten Majene serta potensi marmer dengan potensi sebesar 570.937 ton. Setelah di eksplorasi, potensi minyak dan gas bumi terdapat di Kabupaten Bloka Surumanal Pasangkayu, Kurna, BudangBudong, dan Karama.

Provinsi Sulawesi Utara
Potensi pertambangan di Provinsi Sulawesi Utara meliputi tembaga, emas, perak, nikel, titanium, besi, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass.

No
Potensi Tambang
Lokasi
1
Tembaga 
Kab. Bolaang Mongondow, Kab.Minahasa, dan Kab. Sangihe Talaud
2
Emas dan Perak
Kab. Sangihe Talaud, Kab. Minahasa, Kab. Minahasa Utara, Kab. Minahasa Selatan dan Kab. Bolaang Mongondow
3
Nikel dan Titanium
Kab. Sangihe Talaud
4
Besi
Kab. Minahasa
5
Mangan 
Kab. Minahasa
6
Semen 
Kab. Bolaang Mongondow
7
Pasir Besi/ Hitam
Kab. Sangihe Talaud, Minahasa dan Gorontalo
8
Belerang 
Kab. Minahasa dan Kab. Bolaang Mongondow
9
Kaolin 
Toraget Minahasa

Provinsi Sulawesi Tenggara
Di daerah Prov. Sultra terdapat 3 perusahaan pertambangan besar yaitu PT. Antam Tambang (Pertambangan Nikel) terletak di Pomalaa Kab. Kolaka, PT. Sarana Karya (Pertambangan Aspal) terletak di Banabungi Kab. Buton dan PT. Bakrie Prima yang mengelola pertambangan Marmer di Kec. Moramo Kab. Kendari.  Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan memegang kuasa pertambangan (KP) untuk melakukan eksplorasi.
Produksi biji nikel tahun tahun 2004 sebesar 1.426.672 ton atau turun sebesar 18,86%. Tahun 2005 menjadi 1.157.657 ton turun sebesar 16,19 %. Sebaliknya ferro nikel berfluktual, tahun 2003 sebesar 8.279.135 tahun 2004 menjadi 7.441235 ton atau turun 10,12 % sebaliknya tahun 2005 sebesar 9.892440 ton atau naik 32,94%


Provinsi Gorontalo
Untuk sektor pertambangan dan energi, Gorontalo memiliki beberapa produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Sebut saja seperti emas, perak, tembaga, batu gamping, toseki, batu granit, sirtu, zeolit, kaolin, pasir kuarsa, feldspar, serta lempung (clay). Di Provinsi Gorontalo sendiri, potensi-potensi tersebut banyak ditemukan di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo.